Database prospek yang baik adalah aset terpenting dari operasi sales B2B yang sehat. Tanpanya, tim sales bekerja secara reaktif dan tidak punya kontrol atas pipeline. Dengan database yang terstruktur, prospecting bisa dilakukan secara sistematis dan hasilnya bisa diprediksi.
Artikel ini adalah panduan lengkap membuat database prospek dari nol menggunakan Google Maps sebagai sumber data.
Persiapan Sebelum Mulai
Sebelum mulai mengumpulkan data, jawab pertanyaan-pertanyaan ini:
- Siapa ICP (Ideal Customer Profile) kamu? Jenis bisnis apa, ukuran seperti apa, di kota mana?
- Channel outreach apa yang akan dipakai? Email, WhatsApp, telepon, atau kunjungan langsung? Ini menentukan data apa yang paling penting dikumpulkan.
- Berapa target volume leads per bulan? Ini menentukan seberapa besar campaign yang perlu dijalankan.
- Bagaimana data akan dikelola? Google Sheets, CRM, atau aplikasi lain?
Langkah 1: Setup Alanova
Daftar gratis di alanova.id. Tidak perlu kartu kredit dan tidak butuh keahlian teknis apapun.
Langkah 2: Definisikan Campaign Pertama
Untuk database pertama, mulai dari yang paling spesifik:
- Satu atau dua keyword yang paling mencerminkan ICP kamu
- Tiga sampai lima kota yang paling prioritas
- Target volume yang realistis: 200-500 untuk campaign pertama sudah cukup untuk menilai kualitas
Langkah 3: Jalankan Campaign dan Export
- Buat campaign baru di Alanova dengan keyword dan kota yang sudah ditentukan
- Klik Start Scraping
- Tunggu campaign selesai (bisa ditinggal, proses di server Alanova)
- Export ke Excel saat selesai
Langkah 4: Struktur Database yang Baik
Setelah data diexport, tambahkan kolom-kolom ini untuk mengubah raw data menjadi database yang siap pakai:
| Kolom | Isi | Kegunaan |
|---|---|---|
| ID Unik | Nomor urut atau kode | Referensi mudah |
| Nama Bisnis | Dari Alanova | Identifikasi |
| Kategori | Dari Alanova | Segmentasi |
| Kota | Dari Alanova | Segmentasi geografis |
| Telepon | Dari Alanova | Cold call / WA |
| Dari Alanova | Cold email | |
| Website | Dari Alanova | Riset lanjutan |
| Status | Input manual | Tracking progress |
| Assigned To | Input manual | Tanggung jawab |
| Tanggal Kontak | Input manual | Tracking timeline |
| Next Action | Input manual | Task berikutnya |
| Catatan | Input manual | Detail hasil interaksi |
Langkah 5: Mulai Outreach dan Update Database
Dengan database yang sudah terstruktur, mulai outreach dan update kolom Status, Tanggal Kontak, dan Catatan setelah setiap interaksi. Database yang aktif diupdate nilainya jauh lebih tinggi dari yang statis.
Langkah 6: Refresh Database Secara Berkala
Jalankan campaign baru di Alanova setiap bulan untuk menambahkan leads baru ke database. Ini memastikan top of funnel kamu selalu terisi.
Daftar gratis di alanova.id dan mulai bangun database prospek pertama kamu hari ini.
Baca Juga
- cara scraping tanpa coding
- export ke Google Sheets
- export kontak ke CRM
- cara otomatisasi lead generation
- software CRM leads murah
Pro tip: Simpan template struktur database kamu (kolom-kolom yang sudah kamu buat) sebagai master template. Setiap kali import data baru dari Alanova, paste ke template yang sama sehingga struktur database selalu konsisten dan mudah dikelola.
Butuh scraping data bisnis Indonesia yang lebih lengkap? Lihat panduan lengkapnya di sana.
[…] Cara Buat Database Prospek dari Google Maps […]
[…] cara buat database prospek dari Google Maps […]