Google Business Profile (GBP) β dulu dikenal sebagai Google My Business β adalah salah satu aset digital paling underutilized oleh tim sales di Indonesia. Sebagian besar bisnis tahu bahwa mereka perlu mendaftarkan usaha mereka di GBP agar bisa ditemukan di Google Maps. Tapi sangat sedikit yang menyadari bahwa GBP adalah goldmine data untuk sales prospecting β baik untuk menemukan prospek baru maupun untuk riset kompetitor.
Artikel ini membahas secara mendalam bagaimana memanfaatkan data dari Google Business Profile untuk sales prospecting yang lebih efektif dan lebih targeted.
Apa yang Tersedia di Google Business Profile?
Sebelum membahas cara memanfaatkannya untuk prospecting, penting untuk memahami data apa saja yang tersedia dari GBP dan apa arti setiap data point tersebut untuk analisis bisnis:
Data Dasar yang Selalu Tersedia
- Nama bisnis. Identitas primer β digunakan untuk personalisasi outreach
- Kategori bisnis. Google mengkategorikan bisnis dengan sangat spesifik β bukan hanya “restoran” tapi bisa “restoran sushi”, “restoran padang”, atau “restoran seafood”. Ini memungkinkan segmentasi yang sangat presisi
- Alamat lengkap. Termasuk kota, kecamatan, dan kode pos β berguna untuk targeting geografis
- Nomor telepon. Nomor yang didaftarkan pemilik bisnis untuk dihubungi β biasanya nomor yang paling aktif dimonitor
- Link website. Jika ada, ini memberikan akses ke informasi lebih dalam tentang bisnis tersebut
- Rating bintang. Dari 1-5, berdasarkan agregat semua review yang diterima
- Jumlah review. Total review yang pernah ditulis pelanggan
Data yang Lebih Kaya dan Artinya untuk Prospecting
Rating dan jumlah review sebagai proxy ukuran bisnis: Bisnis dengan 200+ review hampir pasti lebih besar dan lebih established dari yang hanya punya 10 review. Rating 4.5+ menunjukkan bisnis yang dikelola dengan baik dan biasanya lebih punya budget untuk layanan tambahan. Kombinasi kedua faktor ini adalah proxy ukuran bisnis yang sangat berguna saat tidak ada data lain yang tersedia.
Jam operasional: Bisnis yang buka 7 hari seminggu dengan jam panjang biasanya memiliki volume yang lebih tinggi dari yang hanya buka 5 hari. Ini membantu memprioritaskan outreach ke yang lebih established.
Foto bisnis: Foto interior dan eksterior memberikan gambaran tentang skala dan tier bisnis tersebut. Hotel bintang 5 vs penginapan budget sangat terlihat perbedaannya dari foto GBP β ini membantu segmentasi tier sebelum outreach.
Status “Diklaim oleh pemilik”: Bisnis yang aktif mengelola GBP mereka (update jam, balas review, posting) biasanya lebih aktif secara digital secara keseluruhan dan lebih likely untuk tertarik dengan layanan digital yang kamu tawarkan.
Cara Mengumpulkan Data GBP untuk Prospecting dalam Skala Besar
Secara manual, mengumpulkan data GBP hanya bisa dilakukan satu listing satu waktu β tidak efisien untuk database prospecting yang membutuhkan ratusan atau ribuan data.
Solusi yang paling efektif untuk pengumpulan massal adalah Alanova, yang dirancang khusus untuk mengumpulkan data bisnis dari Google Maps (yang berbasis GBP) dalam skala besar secara otomatis.
Setup Campaign di Alanova untuk Prospecting
Cara penggunaannya disesuaikan dengan tujuan prospecting:
Untuk riset pasar (ingin tahu landscape kompetitor):
- Masukkan keyword kategori bisnis yang sama dengan bisnis kamu
- Pilih kota yang sama dengan area operasional kamu
- Analisis hasilnya: berapa banyak kompetitor? Siapa yang rating-nya tertinggi? Siapa yang paling banyak review?
Untuk prospecting (mencari calon klien):
- Masukkan keyword industri target kamu (misalnya “restoran” kalau kamu jual layanan untuk F&B)
- Pilih kota dan area yang kamu layani
- Export hasilnya dan filter berdasarkan rating dan jumlah review sesuai ICP kamu
Untuk expansion research (ingin masuk ke kota baru):
- Jalankan campaign di kota yang ingin kamu masuki
- Analisis density bisnis target, average rating, dan kompetisi di area tersebut
- Ini memberikan data yang sangat berguna untuk keputusan ekspansi
Menggunakan Data GBP untuk Personalisasi Outreach
Salah satu cara paling powerful menggunakan data GBP adalah untuk membuat outreach yang sangat personal β bukan template generik yang terasa seperti blast ke ribuan orang.
Contoh Personalisasi Berbasis Data GBP
Menggunakan rating:
Untuk bisnis dengan rating rendah (3.5 ke bawah): “Saya perhatikan [Nama Bisnis] punya beberapa review yang menyebut [masalah umum dari review negatif]. Kami bantu beberapa bisnis di industri yang sama untuk meningkatkan rating Google mereka secara sustainable…”
Untuk bisnis dengan rating tinggi tapi sedikit review: “Rating [Nama Bisnis] di Google sangat baik (4.8), tapi dengan hanya [X] review, banyak calon pelanggan baru yang mungkin tidak cukup confident untuk pilih kalian vs kompetitor yang punya 200+ review…”
Menggunakan kategori bisnis:
Kategori yang sangat spesifik memungkinkan pesan yang lebih tepat. “Restoran sushi” mendapat pesan tentang tren fine dining dan loyalitas pelanggan. “Restoran padang” mendapat pesan tentang ekspansi franchise dan delivery. Personalisasi per sub-kategori ini secara dramatis meningkatkan response rate.
Menggunakan kehadiran atau ketiadaan website:
Dari data Alanova, kamu bisa lihat bisnis mana yang punya website dan mana yang tidak. Untuk yang tidak punya website: “Saya perhatikan [Nama Bisnis] belum punya website β tapi sudah ada di Google Maps dengan rating [X]. Banyak pelanggan potensial yang search nama bisnis kamu dan tidak menemukan website resmi, yang membuat mereka ragu…”
Analisis Kompetitor Menggunakan Data GBP
Data GBP bukan hanya berguna untuk menemukan prospek β juga sangat berguna untuk analisis kompetitor yang mendalam.
Cara Menggunakan Alanova untuk Competitive Intelligence
Jalankan campaign Alanova dengan keyword yang sama dengan bisnis kamu dan di kota yang sama. Hasilnya memberikan snapshot komprehensif tentang landscape kompetitif:
- Siapa pemain utama: Kompetitor dengan rating tertinggi dan review terbanyak adalah yang paling established di mata konsumen
- Gaps di pasar: Area atau sub-kategori mana yang belum terlayani dengan baik (sedikit bisnis atau rata-rata rating rendah)
- Trend: Bisnis mana yang baru (sedikit review tapi tanggal review terbaru sangat recent) vs yang sudah lama
Metrik Kompetitor yang Paling Penting
| Metrik | Artinya untuk Analisis |
|---|---|
| Rating rata-rata | Kualitas perceived service di pasar |
| Jumlah review | Seberapa active dan established kompetitor |
| Frekuensi review baru | Seberapa banyak traffic bisnis saat ini |
| Keluhan yang berulang di review | Pain point yang belum terselesaikan = peluang |
| Jam operasional vs kompetitor | Kesempatan untuk diferensiasi |
Mengoptimalkan GBP Bisnis Sendiri sambil Prospecting
Saat kamu menggunakan data GBP untuk prospecting bisnis lain, pastikan GBP bisnis kamu sendiri juga dioptimalkan β karena prospek yang kamu hubungi hampir pasti akan mencari kamu di Google sebelum membalas pesan kamu.
Checklist GBP yang harus selalu up-to-date:
- Foto berkualitas tinggi yang terupdate (minimal 20 foto, update setiap 1-2 bulan)
- Deskripsi bisnis yang mengandung keyword yang dicari target pelanggan kamu
- Jam operasional yang akurat β termasuk hari libur nasional
- Semua kategori bisnis yang relevan (bisa pilih beberapa)
- Reply setiap review dalam 24-48 jam β menunjukkan bisnis yang aktif dan perhatian
- Posting GBP minimal seminggu sekali (foto produk, promo, behind the scenes)
GBP yang dioptimalkan dengan baik adalah social proof yang sangat powerful saat prospek mengecek legitimasi bisnis kamu setelah menerima cold outreach.
Integrasi Data GBP ke dalam Workflow Sales
Data dari GBP (via Alanova) paling efektif kalau terintegrasi ke dalam workflow sales yang sudah terstruktur:
- Campaign Alanova β Export CSV
- Cleaning dan segmentasi di Excel (berdasarkan rating, kategori, kota)
- Verifikasi email di Millionverifier
- Import ke HubSpot dengan tag per batch dan kategori
- Email sequence via Instantly dengan personalisasi per segmen
- WhatsApp follow-up untuk yang tidak merespons email dalam 5 hari
- Telepon untuk hot leads yang buka email tapi belum balas
Baca Juga
- cara scraping Google Maps tanpa coding
- panduan ekstraksi data Google Maps tanpa coding
- cara bangun email list B2B Indonesia
- Alanova vs Hunter.io
- cara generate leads B2B Indonesia
Pro tip: Saat menggunakan data GBP untuk outreach, selalu referensikan sesuatu yang spesifik dari profil GBP bisnis target dalam pesan pertama kamu β rating mereka, jenis bisnis mereka, atau lokasi spesifik mereka. “Saya lihat [Nama Bisnis] punya rating 4.7 dari 143 review di Google Maps β itu sangat bagus untuk bisnis di area [Area].” Ini membuktikan kamu tidak asal blast dan benar-benar sudah “research” mereka, meski hanya butuh 10 detik untuk melihat GBP mereka.