Google Maps vs LinkedIn untuk Cari Leads Bisnis Lokal: Mana Lebih Efektif?

Google Maps vs LinkedIn untuk Cari Leads Bisnis Lokal: Mana Lebih Efektif?

danis

LinkedIn adalah platform prospecting B2B yang paling populer di dunia. Tapi di Indonesia, khususnya untuk menarget bisnis lokal dan UMKM, ada platform lain yang jauh lebih efektif: Google Maps.

Artikel ini membandingkan keduanya secara objektif supaya kamu bisa memilih pendekatan yang paling tepat untuk target market kamu.

LinkedIn untuk Prospecting B2B: Kelebihan dan Keterbatasannya

Kelebihan LinkedIn

  • Akses ke decision maker di perusahaan besar. LinkedIn adalah tempat terbaik untuk menemukan dan menghubungi direktur, manajer, dan C-level di perusahaan yang punya profil lengkap di sana.
  • Filter yang sangat detail. Bisa filter berdasarkan jabatan, industri, ukuran perusahaan, lokasi, dan banyak parameter lain.
  • InMail sebagai channel langsung. LinkedIn InMail punya delivery rate yang tinggi karena langsung masuk ke inbox yang dimonitor profesional.

Keterbatasan LinkedIn di Indonesia

  • Penetrasi sangat rendah untuk UMKM dan bisnis lokal. Dari jutaan bisnis lokal di Indonesia, sebagian kecil saja yang pemiliknya aktif di LinkedIn. Toko retail, klinik, bengkel, restoran, kontraktor lokal hampir tidak ada di LinkedIn.
  • Profil tidak selalu up-to-date. Banyak akun LinkedIn Indonesia yang dibuat tapi tidak aktif digunakan, sehingga kontak yang ditemukan mungkin sudah pindah jabatan atau perusahaan.
  • Mahal untuk prospecting skala besar. LinkedIn Sales Navigator mulai dari $99/bulan dan jumlah InMail yang bisa dikirim terbatas.
  • Tidak ada nomor telepon atau alamat fisik. Untuk outreach yang butuh nomor telepon atau alamat untuk kunjungan lapangan, LinkedIn tidak memberikan data ini.

Google Maps untuk Prospecting Bisnis Lokal: Kelebihan dan Keterbatasannya

Kelebihan Google Maps

  • Coverage bisnis lokal yang jauh lebih luas. Jutaan bisnis lokal Indonesia sudah terdaftar di Google Maps, termasuk yang tidak punya kehadiran digital lain sama sekali.
  • Data kontak yang langsung bisa dipakai. Nomor telepon, alamat, dan website sudah tersedia di setiap listing. Untuk bisnis lokal, ini jauh lebih actionable dari profil LinkedIn.
  • Tersegmentasi berdasarkan jenis bisnis dan lokasi. Pencarian di Google Maps sudah otomatis terfilter berdasarkan kategori bisnis dan area geografis.
  • Data aktif dan diverifikasi Google. Bisnis yang punya profil Google Maps yang aktif dan diverifikasi biasanya masih beroperasi.
  • Bisa dapat email dari website bisnis. Dengan tools seperti Alanova, email kontak bisa diekstrak otomatis dari website masing-masing bisnis.

Keterbatasan Google Maps

  • Tidak cocok untuk menarget individu spesifik. Google Maps tidak memberikan data personal seperti nama decision maker atau jabatan.
  • Tidak ada filter by company size atau revenue. Sulit untuk membedakan bisnis kecil dari bisnis menengah hanya dari data Maps, meskipun jumlah review bisa jadi indikator kasar.

Perbandingan Langsung

Kriteria LinkedIn Google Maps (via Alanova)
Coverage UMKM Indonesia Sangat rendah Sangat tinggi
Coverage perusahaan besar Sangat tinggi Sedang
Nomor telepon tersedia Tidak Ya
Email bisnis tersedia Terbatas Ya (via website scraping)
Alamat fisik tersedia Tidak Ya
Filter jabatan/posisi Ya Tidak
Volume leads per bulan Ratusan (terbatas) Ribuan
Harga $99/bulan Gratis tersedia
Cocok untuk bisnis lokal Indonesia Kurang Sangat cocok

Kapan Pakai LinkedIn, Kapan Pakai Google Maps?

Pakai LinkedIn ketika: Target kamu adalah perusahaan multinasional atau perusahaan Indonesia besar dengan struktur korporat yang jelas, dan kamu butuh menghubungi orang dengan jabatan spesifik seperti “Head of Procurement” atau “Marketing Manager”.

Pakai Google Maps (via Alanova) ketika: Target kamu adalah bisnis lokal Indonesia, UMKM, atau bisnis menengah yang pemiliknya tidak aktif di LinkedIn. Ini berlaku untuk mayoritas bisnis lokal di Indonesia, dari klinik, restoran, toko retail, bengkel, kontraktor, sampai jasa profesional.

Pakai keduanya ketika: Target market kamu mencakup dua segmen di atas. Gunakan Alanova untuk volume besar bisnis lokal, LinkedIn untuk prospecting yang lebih targeted ke decision maker perusahaan besar.

Kesimpulan

Untuk mayoritas bisnis di Indonesia yang menarget UMKM dan bisnis lokal, Google Maps via Alanova jauh lebih efektif dari LinkedIn, baik dari sisi cakupan data, volume leads yang bisa dihasilkan, maupun cost-effectiveness-nya.

Coba Alanova gratis di alanova.id dan lihat sendiri berapa banyak bisnis lokal Indonesia yang bisa ditemukan yang tidak akan pernah muncul di LinkedIn.

Baca Juga

Pro tip: Kalau kamu sudah punya list leads dari LinkedIn dan ingin melengkapi data kontaknya dengan nomor telepon atau alamat bisnis, Alanova juga bisa membantu dengan mencari profil Maps dari nama bisnis yang kamu punya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *